Sosialisasi Disabilitas di Desa Pasanggrahan: Mendorong Desa Inklusi Berbasis Nilai-Nilai Pancasila

Pasanggrahan, [02/12/2024] – Pemerintah Desa Pasanggrahan menggelar kegiatan Sosialisasi Disabilitas sebagai langkah awal dalam mewujudkan desa inklusi yang ramah bagi semua warganya. Kegiatan ini berlangsung di balai Desa Pasanggrahan dengan mengusung tema “Mendorong Terciptanya Desa Inklusi melalui Edukasi dan Pengelolaan Data Disabilitas berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila.”

Acara ini dihadiri oleh Perangkat Desa, ketua RT/RW tokoh masyarakat, perwakilan narasumber penyandang disabilitas, serta warga dari berbagai kalangan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Pasanggrahan, Bapak Entat Karyata, menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. “Kita ingin Desa Pasanggrahan menjadi desa yang inklusif, di mana semua warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi dalam pembangunan desa,” ujar beliau.

Pentingnya Edukasi dan Pengelolaan Data

Salah satu fokus utama dalam sosialisasi ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya inklusi sosial dan penghapusan stigma terhadap penyandang disabilitas. Selain itu, desa juga berencana membangun sistem pengelolaan data disabilitas yang akurat dan terintegrasi. Hal ini dilakukan agar program-program pemerintah desa dapat lebih tepat sasaran.

“Data yang valid adalah kunci untuk merancang kebijakan yang inklusif. Dengan memahami kebutuhan spesifik penyandang disabilitas di desa ini, kita bisa memberikan solusi yang lebih baik,” jelas Bapak Arif Chandra seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Acara sosialisasi ini juga diisi dengan diskusi interaktif, di mana peserta diajak untuk berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif terkait pengelolaan desa inklusif. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, sebagai landasan hukum yang mengatur pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.

Dengan kegiatan ini, Desa Pasanggrahan berharap dapat menjadi percontohan desa inklusi di wilayahnya. Langkah konkret akan terus diupayakan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesetaraan dan keadilan sosial, sesuai dengan semangat Pancasila.

Salah seorang peserta, Bapak Ujang Suryana, mengapresiasi inisiatif ini. “Saya berharap ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membawa perubahan bagi kehidupan teman-teman disabilitas di desa kita,” ungkapnya.

Dengan semangat gotong royong dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Desa Pasanggrahan berkomitmen menjadi pionir dalam menciptakan lingkungan inklusif yang berkeadilan sosial. Harapannya, langkah ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk turut membangun masyarakat yang lebih ramah terhadap keberagaman.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja